Komplikasi pasca Operasi Gigi Bungsu

Depok, 13 Januari 2008: 18.30 WIB

Pengunjung Blog yang terhormat,

Posting kali ini lahir dari keheranan saya terhadap seorang pasien yang sangat terkejut begitu saya meminta tanda tangan persetujuan tindakan medis (inform concent) sesaat sebelum dilakukan tindakan operasi gigi bungsu. Tentunya hal ini saya lakukan setelah saya menerangkan kepada pasien tersebut hal-hal apa sajakah yang dapat menimbulkan resiko dan komplikasi dari tindakan operasi gigi bungsu. Menurut pasien tersebut, yang akan saya lakukan adalah tindakan operasi ringan saja dan tidak akan mempengaruh kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun, setelah saya beri penerangan secara hati-hati dan pelan-pelan, sang pasien tersebut akhirnya mau juga menandatangani surat persetujuan itu.

Yang perlu sekali lagi saya tekankan pada posting ini adalah tentang “operasi gigi bungsu”. Operasi gigi bungsu memang merupakan operasi ringan, tetapi operasi tersebut dapat menimbulkan beberapa resiko dan komplikasi sesudah operasi. Berat dan ringannya resiko dan komplikasi yang terjadi tergantung seberapa sulit posisi gigi bungsu tersebut. Biasanya semakin sulit posisinya, komplikasinya juga akan semakin tinggi. Kadang-kadang resiko dan komplikasi ini dapat mengganggu aktivitas pasien, apalagi bila pasien tersebut tidak diberi penjelasan sebelumnya.

Baiklah, saya akan informasikan bahwa secara umum pengangkatan gigi bungsu menimbulkan rasa nyeri pasca operasi yang berangsur menghilang dari hari ke hari, sehingga bila nyeri bertambah, maka sebaiknya Anda segera menghubungi Dokter Gigi yang mengoperasi Anda. Pembengkakan akan terjadi dan bertambah sampai hari ke 3 atau ke 4, namun sesudahnya berangsur mengecil. Puncak fase akut ini biasanya terjadi pada hari ke 3, biasanya pasien bila tidak diinfokan sebelumnya akan panik karena bengkaknya semakin jelas.

Ada beberapa pasien yang merasa demam juga di 3 hari pertama pasca pencabutan. Resiko yang lain adalah kemungkinan adanya rasa baal sementara(parestesi) karena posisi gigi yang sangat dalam, atau singgungan dari jarum suntik pada saat melakukan anestesi lokal. Beberapa hal yang telah disebutkan merupakan manifestasi dari peradangan yang timbul akibat tindakan operasi gigi bungsu. Sehingga sangat normal terjadi dan dapat diminimalkan dengan pemberian analgesik antiinflamasi. Dan untuk sebagian kecil pasien kadang-kadang menimbulkan kebiruan atau lebam pada daerah pipi bagian luar, yang umumnya akan hilang dalam waktu 10-14 hari.

Komplikasi yang ditimbulkan dapat berupa perdarahan berkepanjangan, tidak terbentuknya bekuan darah pada soket gigi (dry socket), atau infeksi. Untuk menghindari komplikasi tersebut, biasanya Dokter Gigi Bedah Mulut akan memberikan beberapa instruksi pasca operasi gigi bungsu (akan dijelaskan pada post berikutnya), dan membekali anda juga dengan antibiotika yang rasional disamping analgetik anti-inflamasi yang adekwat dan biasanya Dokter Gigi tersebut menganjurkan anda untuk kembali lagi bila pasca operasi anda merasa tidak nyaman.

Semoga posting kali ini dapat sedikit menambah informasi kepada Anda yang baru saja dilakukan operasi gigi bungsu.

Drg. Vera Julia, SpBM
(Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut & Maksilofasial)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *