Kenapa daerah pasca operasi gigi masih belum tertutup sempurna setelah seminggu operasi?

Depok. 18 Januari 2008: 01.15 WIB

Pengunjung Blog yang terhormat,

Seorang Pasien saya yang kebetulan berprofesi sebagai Dokter, mengajukan kebingungan pada saat seminggu setelah operasi dan sudah diangkat jahitannya. Karena sungkan bertanya langsung dengan saya, dia bertanya dengan Perawat Gigi saya, “Suster, kenapa ya kok daerah bekas operasi gigi bungsunya masih berlubang ya, padahal sudah dibuka jahitannya”. Suster itu kemudian menyampaikan ke saya. Dalam hati saya berkata, “Seorang Dokter saja yang tahu mekanisme penyembuhan tulang heran, apa lagi pasien saya yang lain, yang tidak berprofesi di bidang medis”. Kasihan sekali mereka (Pasien) kalau sampai dibiarkan dalam kebingungan.

Nah, maka dalam postingan saya kali ini, saya akan memberikan sedikit saja penjelasan dalam bahasa yang mudah-mudahan dapat dimengerti oleh pengunjung Blog saya.

Jadi, keadaan itu sangat mungkin bahkan umumnya memang terjadi pasca pengangkatan operasi gigi bungsu ataupun pasca pencabutan gigi biasa. Karena, gigi berada dalam soket yang terdiri dari tulang penyangga (tulang alveolar), dan baru kemudian dilapisi gusi dengan ketebalan kira-kira 1 mm saja. Nah, pada saat selesai operasi, penjahitan dilakukan hanya pada bagian gusi saja. Setelah seminggu, pada saat benang jahit diangkat, umumnya tulang di bawah gusi masih belum tertutup dengan sempurna karena penyembuhan di dalam tulang tsb memerlukan waktu yang lebih lama (2-3 bulan) dibandingkan penyembuhan pada jaringan gusi .

Biasanya, Pasien mendapati secara kasat mata bahwa daerah tersebut tampak berlubang, sehingga Pasien khawatir makanan akan terjebak masuk kesana. Sehingga akhirnya malah tidak dipakai untuk makan sama sekali daerah tersebut. Inilah yang tidak benar, dengan tidak dipakai mengunyah, maka daerah tersebut akan semakin kotor, karena otot-otot pengunyahan tidak bekerja, sehingga tidak terjadi “self cleansing” dari rongga mulut. Janganlah khawatir, bila daerah tersebut belum tertutup sempurna, karena penyembuhannya sudah terjadi pada dasar lubang tersebut, dan terus mengisi kekosongan tersebut dari dasar sampai ke atas. Sehingga bila ada makanan yang masuk, pasti akan berusaha dikeluarkan oleh tubuh secara alamiah.

Oleh karena itu, haruslah mengunyah makanan pada kedua sisi rongga mulut, karena semakin tidak dipakai mengunyah, maka daerah tersebut akan semakin kotor karena otot menjadi pasif, tidak mengaktifasi self cleansing, dan bila dibiarkan mengunyah pada satu sisi, maka lama-kelamaan akan menimbulkan gangguan sendi rahang yang dapat menyebabkan nyeri kepala, leher sampai ke daerah bahu.

Demikian informasi kali ini semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.

Drg. Vera Julia, SpBM
(Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut & Maksilofasial)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *