Apa yang dimaksud dengan pencabutan gigi komplikasi?

Depok, 26 Desember 2007: 15.25 WIB

Pengunjung Blog yang terhormat,

Tahukah anda, salah satu pekerjaan yang rutin dilakukan dokter gigi ahli bedah mulut adalah mencabut gigi-gigi yang rusak, dan karena kerusakannya sudah lama sehingga pencabutannya menjadi sangat sulit dan memerlukan teknik bedah minor atau lebih sering disebut pencabutan gigi dengan komplikasi (ekstraksi komplikasi).

Mungkin anda pernah mengalami hal seperti ini, yaitu pada saat anda pergi ke dokter gigi, maka dokter gigi akan mengatakan bahwa gigi anda sudah rusak dan menjadi sangat menyatu dengan gigi sehingga pencabutannya akan menjadi sulit, sehingga akhirnya merujuk anda pada seorang dokter gigi spesialis bedah mulut.

Biasanya, seorang pasien akan bertanya dalam hati, apakah sedemikian sulitnyakah pencabutan gigi tersebut sehingga memerlukan tindakan bedah minor. Saya, sebagai dokter gigi spesialis bedah mulut, sering mendapat pertanyaan dari pasien:

“Dok, apakah saya akan dioperasi?”

“Bagaimanakah tindakan operasinya itu?”

“Apakah dilakukan bius?”

“Berapa suntikan yang akan dokter lakukan?”

Kira-kira seperti itulah pertanyaan yang sering diajukan oleh pasien. Sehingga terbetik dalam pikiran saya untuk menulis dalam blog ini agar anda dapat mengetahui sedikit tentang tindakan pencabutan gigi dengan komplikasi.

Sebenarnya tindakan tersebut hampir sama saja dengan tindakan cabut gigi biasa, hanya saja karena kondisi gigi yang sudah demikian rusak, maka memerlukan pembukaan gusi dengan pisau bedah kecil, kemudian juga dilakukan sedikit pengambilan tulang untuk memberikan suatu dudukan bagi alat pengungkit gigi atau memungkinkan tang gigi mencapit gigi tersebut dengan titik fulkrum yang benar sehingga akhirnya gigi dapat dilepaskan dari tulang penyangga gigi. Atau kadang juga diperlukan tindakan untuk membelah gigi menjadi beberapa bagian. Setelah semuanya selesai dilakukan maka dilakukan pembersihan soket gigi dengan suatu cairan antiseptik dan akhirnya dilakukan penjahitan untuk mengembalikan gusi yang telah disayat sebelumnya. Nah, inilah yang sering disebut-sebut cabut gigi dengan cara operasi.

Biasanya indikasi dari gigi yang memerlukan tindakan operasi kecil dalam pencabutannya ialah gigi yang Hipersementosis karena infeksi kronis pascaMummifikasi, atau gigi yang mempunyai akar divergen dan mengalami gangren pulpa dengan mahkota gigi yang sudah sangat rusak.

Semoga dapat dipahami!

Terima kasih atas kunjungannya.

Drg. Vera Julia, SpBM
(Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut & Maksilofasial)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *